Dunia Barat sekarang baru menemukan nilai mulia ibu. Sedangkan umat Islam telah berabad-abad lamanya mempercayai kedudukannya yang mulia berdasarkan ajaran Ilahi sejak diutuskan Rasulullah SAW sebagai penyampai wahyu Allah kepada seluruh umat manusia. Islam percaya pada nilai ibu yang luar biasa, dan telah menarik perhatian manusia untuk melakukan pelbagai usaha dan cara dalam konteks suruhan menyayangi ibu dan menghargai pengorbanannya. Itulah Islam, deen (cara hidup) yang fitrah bagi seorang manusia yang sememangnya diciptakan dengan naluri ingin berkasih sayang. Banyak nas-nas daripada al-Quran dan as-Sunnah yang menjadi dalil kepada suruhan ini. Antaranya:
“ Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua ibu bapakmu, hanya kepada-Ku engkau akan kembali.” [TMQ Luqman (31):14]
“ Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya, atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah!" - Jangan pula engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku! Sayangilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku semenjak kecil." [TMQ al-Israa’ (17):23-24]
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: “ Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu.” [HR Muslim]
Tamadun Barat yang telah ketinggalan zaman, baru mula mempromosikan nilai-nilai murni seperti menyanyangi dan menghargai pengorbanan ibu setelah berlakunya ‘revolusi’ sosial dalam masyarakat mereka. Sambutan Mother’s Day di sebahagian negara Eropah dan Timur Tengah cuma mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, isteri Dewa Kronos, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. Maka, di negara-negara tersebut, peringatan Mother’s Day jatuh pada bulan Mac.
Di Amerika Syarikat dan lebih dari 75 buah negara lain, seperti Australia, Canada, Jerman, Itali, Jepun, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, sambutan Mother’s Day jatuh pada hari minggu kedua setiap bulan Mei. Ia adalah kerana pada tanggal itu, tahun 1870, aktivis sosial Julia Ward Howe mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara. Jadi, tujuan memperingati Hari Ibu pada awalnya bermula untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam usaha memperbaiki bangsa manusia.
Ibu-ibu dan anak-anak sekalian!
Lihatlah betapa mulianya Islam yang ajarannya sungguh lengkap. Sekecil-kecil perbuatan seperti sikap menyayangi dan menghargai pengorbanan ibu telah diajarkan pada manusia sebagai salah satu suruhan untuk memuliakan seorang wanita yang bergelar ibu tadi. Barat dan ajaran sekularnya pula hanya terkontang-kanting dalam percubaan untuk melakukan perkara yang sama hanya setelah tamadunnya sendiri yang menindas dan merosakkan martabat seorang wanita dengan mempromosikan sambutan Hari Ibu.
Saturday, 21 May 2011
Friday, 13 May 2011
KITA TERTIPU DENGAN DAKYAH YAHUDI




Bijak sungguh yahudi memperdayakan kita umat Islam, mereka suruh kita minum susu lembu buatan mereka, tapi mereka minum susu kambing, mereka minum apa yang diminum oleh Nabi kita Muhammad SAW.
Mengapa kita tidak ikut nabi kita, kita ikut orang yahudi tapi ternyata mereka mengikut apa yg nabi kita makan dan minum. Teruskan membongkar kebijaksanaan yahudi menipu umat Islam...
Kata-katanya ini adalah bertepatan dengan hadis Rasullulah:
"Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu.. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutnya dalam perkara-perkara kecil"
Antara 'barangan mereka' yang telah dijadikan ikutan oleh kebanyakan dari kita.
1. Kita diajar dalam buku biologi, buku pemakanan (kajian dan terbitan para kafir ni) bahawa kalau nak dapat vitamin B dan kalau nak tambah darah kita kena makan hati haiwan dan hati ayam tetapi sebenarnya Nabi kita tidak menggalakkan pemakanan organ dalaman. Nak ikut kafir ke nak ikut nabi kita? Sebenarnya makan hati ayam dapat melembabkan otak kita sbb hati merupakan organ dimana semua toksin akan dikumpulkan dan dineutralkan. so kepekatan toksin adalah tinggi di hati ayam. makanlah kita toksin tersebut serta bengaplah otak kita umat Islam sebab percaya buku sains keluaran kafir ini.
2. Kita diajar dalam sains bahawa kopi tidak bagus untuk kesihatan. Namun sebenarnya kopi adalah antara minuman kegemaran Nabi kita selain susu dan madu. Cuba tengok Yahudi, mereka minum kopi, Starbuck. Profesor di UK yang Yahudi semua ada segelas kopi dit tangan mereka.
3. Kita diajar memakan kambing tinggi kolesterol, namun kambing juga adalah makanan Nabi kita. Seolah-olah buku sains ni nak merendahkan pemakanan Nabi kita. Sebenarnya daging kambing adalah daging paling kurang kolesterol.
4. Kita diajar bahawa makan McDonalds adalah bagus, namun sebenarnya McDonalds adalah makanan yang sangat tinggi MSG dan kolesterolnya dan paling banyak lemak tepu trans.
5. Para kafir ni juga menggalakkan kita minum dan makan makanan yang langsung tak berkhasiat , contohnya coke dan maggi . Coke tu sangatlah beracun, pastu sangat tidak bagus untuk kesihatan (gula tinggi, berasid, pH dalam lingkungan 3.5, ada racun tersembunyi) . Dan para Melayu kita juga yang ketagih minum.
6 . Untuk pengetahuan, para kafir agen dajjal ni gak mengwar-warkan kebaikan minum soya (sebab USA merupakan pengeluar soya terbesar), namun sebenarnya soya dapat melemahkan kejantanan lelaki dan mengurangkan kesuburan lelaki dan perempuan. selain itu juga soya dapat meningkatkan risiko kanser payudara, kanser ovari, kanser prostat, serta melemahkan otak dan tulang sbb dalam soya ada hormon estrogen yang sama dgn estrogen kat wani ta. pastu soya ada phytic acd yang membuatkan penyerapan kalsium, magnesium dan zinc yang penting untuk badan kita terjejas.
Wednesday, 11 May 2011
pandangan dari para tokoh dunia terhadap nabi muhammad s,a,w
.MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA):
Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.
Bosworth Smith, MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London , 1874, p. 92.:
Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire- nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau penyokongnya.
John William Draper, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330 :
Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia
Professor Jules Masserman :
Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas- pen). Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer pen.). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama
Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.) :
Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.” Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ’sang penyelamat kemanusiaan’ Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini. Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan d atang. Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan kekeagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini a33;€” dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”
Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.
Bosworth Smith, MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London , 1874, p. 92.:
Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire- nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau penyokongnya.
John William Draper, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330 :
Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia
Professor Jules Masserman :
Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas- pen). Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer pen.). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama
Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.) :
Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.” Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ’sang penyelamat kemanusiaan’ Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini. Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan d atang. Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan kekeagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini a33;€” dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”
Sunday, 8 May 2011
Rosmah Tokoh Wanita Yang Baik Untuk Dicontohi?
Saya tersedak dan kemudian tersenyum selepas mendengar Rosmah dikatakan sebagai contoh wanita terbaik seperti yang dipaparkan oleh ASTRO Awani semalam. Bukan kerana setuju atau bangga tetapi kerana kebingungan sambil terasa loya secara tiba-tiba. Selepas meneliti paparan berita online di Bernama.com pagi ini, ia dikhususkan melalui perbandingan dengan isteri-isteri pemimpin dunia. Mungkin betul maksud isi hati saya pada mulanya jika ia hanya diperbandingkan dengan sebahagian isteri-isteri pemimpin dunia yang hadir di Sidang Kemuncak Wanita Global 2011 semalam.
Mungkin juga tidak jika ketokohan suami Emine Erdogan yang juga hadir di Sidang Kemuncak itu iaitu Recep Tayyip Erdogan diambil kira berbanding Datuk Seri Najib Razak, mungkin calon yang lebih sesuai dikatakan sebagai tokoh wanita yang harus dicontohi berbanding isteri-isteri pemimpin dunia yang lain khususnya Rosmah, lebih-lebih lagi penganjuran Sidang Kemuncak itu diadakan di Turki dan beliau, Emine Erdogan adalah tuan rumah kepada Sidang Kemuncak itu.
Kita pasti ingat bagaimana Perdana Menteri Turki itu, di World Economic Forum bertikam lidah dengan Simon Peres Perdana Menteri Israel sambil menjerit “ You’re killing people!” dan kemudian terus meninggalkan pentas itu sambil diberi tepukan gemuruh oleh para hadirin. Saya tidak melihat ketegasan seperti itu datangnya dari Datuk Seri Najib Razak khususnya pandangan tegas beliau ke atas polisi jahat Israel di bumi Palestin sehingga ke hari ini.
Faktor itu jika diambil kira, termasuk kewajipan Rosmah sebagai seorang muslim untuk memenuhi tuntutan dari Allah S.W.T dalam urusan menutup aurat, secara peribadi saya tidak akan bersetuju atau sependapat dengan Irene Natividad, Presiden Sidang Kemuncak Wanita Global 2011 untuk melabelkan Rosmah sebagai tokoh yang baik untuk dicontohi khususnya kepada wanita ISLAM di seluruh dunia termasuk menggelarkan beliau sebagai Wanita Pertama Negara sedangkan gelaran itu hanya berhak disandang oleh Yang Amat Mulia Raja Permaisuri Agong.
Wallahua’lam
Friday, 6 May 2011
Padan Muka Rakyat 1 Malaysia, Kamu Telah Dikastakan Mengikut RON97 & RON95.
"
"Minyak naik lagi 20 sen? Peduli apa dengan minyak naik 20 sen, aku guna minyak RON 95. Yang naik RON 97 je." Ini adalah ungkapan yang paling umno pernah hamba dengar dari ramai-ramai kawan hamba yang ada. "Yang kome komplen sesangat minyak naik sampai RM2.90 tu apahal, yang naik tu RON 97. RON 95 kan ke ada. Maintan je harganya." Ini pun ayat yang sungguh umno yang hamba pernah dengar dari reramai kawan-kawan hamba.
Hendak kata kurang cerdik, akal ada, hendak kata tiada akal, cerdiknya ada sikit-sikit. Yang pastinya bukan bodoh, tetapi tidak berpengatahuan apa itu RON.
Research Octane Number, ada sesiapa pernah dengar? Hamba pun tidak biasa dengar. Tetapi tahulah apa maksud itu. Senang-senang cerita, beza antara RON97 dan RON95 ini bukannya bermaksud RON97 lagi power dari RON95, bukan,.. bukan. Beza RON 95 dan RON 97 ialah perbezaan pembakaran lengkap minyak didalam kebuk pembakaran sesuatu enjin kereta.
Pembakaran lengkap minyak pada RON 97 adalah lebih baik daripada RON 95.
Jadi, apahalnya dengan pembakaran sempurna ke, tidak sempurna ke, apa kesnya?
Kesnya ialah, jika pembakaran minyak tidak sempurna berlaku didalam kebuk pembakaran, maka setiap kali pencucuh meletup contohnya kali pertama setiap pusingan omboh, minyak yang tidak terbakar akan tersimpan di dalam kebuk pembakaran itu. Jika berlaku letupan kedua pencucuh, maka minyak baru dan minyak yang tersimpan didalam kebuk pembakaran tadi akan terbakar atau meletup pada kadaran masa yang tidak sama.
Minyak baru mungkin akan meletup dahulu dan minyak yang tersimpan tadi akan meletup kemudian. Maka gegaran didalam kebuk pembakaran akan berlaku. Fenomena ini dinamakan penipuan Najib, eh silap,.. bukan penipuan Najib, tetapi 'Knocking' fenomena pada enjin.
Itu baru sekali pencucuh meletup sudah bergegar. Jika kereta itu membawa perlahan dengan 1000 RPM, maka kemungkinan dapat 500 kali gegaran dalam seminit. Itu baru satu omboh, jika ada 4 omboh, kali 4 lah untuk seminit. 2000 kali gegaran. Jika bawa laju, hingga 3500 RPM, hah kiralah sendiri.
Bawa kereta dengan RON97, knocking pada enjin akan berkurangan jika menggunakan RON95. Itulah bezanya. Atau lebih senang kata, siapa hendak enjin keretanya rosak cepat, gunakanlah RON95. Siapa yang berkehendakkan enjin keretanya selamat, gunakanlah RON97.
Ikut pandai koranglah hendak guna minyak mahal atau minyak cap ayam. Yang PASTINYA, sekarang ini, negara Malaysia telah melaksanakan suatu sistem kasta, dimana rakyat marhaen yang miskin dan tidak mampu menggunakan minyak mahal, akan menggunakan minyak cap ayam RON95, manakala yang kaya dan berduit @ kroni umno's, maka mereka perlu menggunakan RON97 kerana spare part kereta puak umno semuanya mahal-mahal belaka.
Maka kesimpulannya, padanlah muka umat 1 Malaysia yang telah dikastakan mengikut minyak RON 95 atau 97. Kasta tinggi akan dinamakan Kasta RON 97 dan Kasta paria akan dinamakan RON 95.
Namun rakyat Malaysia peduli apa, minyak naik ke, turun ke, undi tetap BN, sebab kami semua sudah terbiasa dengan perangai kasta rendah ini. Padan muka Melayu......Hendak dengar kutukan pada umno apco lagi?

"Minyak naik lagi 20 sen? Peduli apa dengan minyak naik 20 sen, aku guna minyak RON 95. Yang naik RON 97 je." Ini adalah ungkapan yang paling umno pernah hamba dengar dari ramai-ramai kawan hamba yang ada. "Yang kome komplen sesangat minyak naik sampai RM2.90 tu apahal, yang naik tu RON 97. RON 95 kan ke ada. Maintan je harganya." Ini pun ayat yang sungguh umno yang hamba pernah dengar dari reramai kawan-kawan hamba.
Hendak kata kurang cerdik, akal ada, hendak kata tiada akal, cerdiknya ada sikit-sikit. Yang pastinya bukan bodoh, tetapi tidak berpengatahuan apa itu RON.
Research Octane Number, ada sesiapa pernah dengar? Hamba pun tidak biasa dengar. Tetapi tahulah apa maksud itu. Senang-senang cerita, beza antara RON97 dan RON95 ini bukannya bermaksud RON97 lagi power dari RON95, bukan,.. bukan. Beza RON 95 dan RON 97 ialah perbezaan pembakaran lengkap minyak didalam kebuk pembakaran sesuatu enjin kereta.
Pembakaran lengkap minyak pada RON 97 adalah lebih baik daripada RON 95.
Jadi, apahalnya dengan pembakaran sempurna ke, tidak sempurna ke, apa kesnya?
Kesnya ialah, jika pembakaran minyak tidak sempurna berlaku didalam kebuk pembakaran, maka setiap kali pencucuh meletup contohnya kali pertama setiap pusingan omboh, minyak yang tidak terbakar akan tersimpan di dalam kebuk pembakaran itu. Jika berlaku letupan kedua pencucuh, maka minyak baru dan minyak yang tersimpan didalam kebuk pembakaran tadi akan terbakar atau meletup pada kadaran masa yang tidak sama.
Minyak baru mungkin akan meletup dahulu dan minyak yang tersimpan tadi akan meletup kemudian. Maka gegaran didalam kebuk pembakaran akan berlaku. Fenomena ini dinamakan penipuan Najib, eh silap,.. bukan penipuan Najib, tetapi 'Knocking' fenomena pada enjin.
Itu baru sekali pencucuh meletup sudah bergegar. Jika kereta itu membawa perlahan dengan 1000 RPM, maka kemungkinan dapat 500 kali gegaran dalam seminit. Itu baru satu omboh, jika ada 4 omboh, kali 4 lah untuk seminit. 2000 kali gegaran. Jika bawa laju, hingga 3500 RPM, hah kiralah sendiri.
Bawa kereta dengan RON97, knocking pada enjin akan berkurangan jika menggunakan RON95. Itulah bezanya. Atau lebih senang kata, siapa hendak enjin keretanya rosak cepat, gunakanlah RON95. Siapa yang berkehendakkan enjin keretanya selamat, gunakanlah RON97.
Ikut pandai koranglah hendak guna minyak mahal atau minyak cap ayam. Yang PASTINYA, sekarang ini, negara Malaysia telah melaksanakan suatu sistem kasta, dimana rakyat marhaen yang miskin dan tidak mampu menggunakan minyak mahal, akan menggunakan minyak cap ayam RON95, manakala yang kaya dan berduit @ kroni umno's, maka mereka perlu menggunakan RON97 kerana spare part kereta puak umno semuanya mahal-mahal belaka.
Maka kesimpulannya, padanlah muka umat 1 Malaysia yang telah dikastakan mengikut minyak RON 95 atau 97. Kasta tinggi akan dinamakan Kasta RON 97 dan Kasta paria akan dinamakan RON 95.
Namun rakyat Malaysia peduli apa, minyak naik ke, turun ke, undi tetap BN, sebab kami semua sudah terbiasa dengan perangai kasta rendah ini. Padan muka Melayu......Hendak dengar kutukan pada umno apco lagi?
Kenyataan Najib Tentang Kematian Osama Umpama Hina Islam
"
Salam.. Kita lupakan seketika spekulasi yang mengatakan Osama Laden sebenarnya wujud atau tidak, meninggal atau masih hidup, watak rekaan Amerika, gambar super-impose mayat Osama atau apa saja. Samada dia wujud atau tidak, dia tetap dilabelkan sebagai pejuang Islam. Manakala puak kafir pula melabelkan Osama sebagai pengganas sekaligus menggambarkan yang umat Islam adalah pengganas yang wajib dilenyapkan di muka bumi.
Apa yang menyedihkan apabila Perdana Menteri kita, yang mana seorang pemimpin negara Islam, Dato' Seri Najib Tun Razak mengeluarkan kenyataan seperti di bawah :
"Datuk Seri Najib Razak berkata dunia akan lebih selamat dan aman berikutan kematian pemimpin pengganas Al-Qaeda, Osama bin Laden, dalam satu operasi oleh pihak keselamatan Amerika Syarikat bersama Pakistan di luar Islamabad hari ini." - Harian Metro
Kenyataan Najib tersebut seolah-olah menyokong Amerika dan Yahudi. Adakah Najib ni ejen Amerika atau Yahudi? Ada tak bukti yang peristiwa 9 November yang banyak mengorbankan orang awam tersebut didalangi oleh Osama? Sampai sekarang pun Amerika masih gagal membuktikan penglibatan Osama. Kenapa kita sebagai orang Islam perlu ikut rentak Amerika melabelkan Osama dan Al-Qaeda sebagai pengganas?
Adakah Osama bin Laden pemegang kunci keamanan dunia? Ungkapan Najib itu menggambarkan pejuang Islam adalah pengganas dan wajib dihapuskan kerana kewujudan mereka menyebabkan dunia huru-hara dan tidak aman. Rakyat Palestin kena bunuh disebabkan Osama Laden kah?
Yang nyatanya, Amerika dan Yahudi adalah penganas sebenar. Kerana Israel, ramai umat Islam Palestin ditindas dan dibunuh. Amerika pula telah banyak membunuh orang awam di Iraq, Afghanistan dan yang terbaru di Syria. Sebenarnya, puak kafir Amerika dan Yahudi Laknatullah itulah sepatutnya dihapuskan bagi menjamin keamanan dunia. Bukan Osama Laden seperti yang didakwa Najib.
Cuba kalu berani, Najib keluarkan kenyataan "Dunia akan lebih selamat kalau Israel dan Amerika dihapuskan".
Apa pendapat anda? Buang jauh-jauh fikiran anda mengenai politik. Baca entry ini sebagai seorang yang cintakan Islam. Berfikirlah secara rasional.
Salam.. Kita lupakan seketika spekulasi yang mengatakan Osama Laden sebenarnya wujud atau tidak, meninggal atau masih hidup, watak rekaan Amerika, gambar super-impose mayat Osama atau apa saja. Samada dia wujud atau tidak, dia tetap dilabelkan sebagai pejuang Islam. Manakala puak kafir pula melabelkan Osama sebagai pengganas sekaligus menggambarkan yang umat Islam adalah pengganas yang wajib dilenyapkan di muka bumi.Apa yang menyedihkan apabila Perdana Menteri kita, yang mana seorang pemimpin negara Islam, Dato' Seri Najib Tun Razak mengeluarkan kenyataan seperti di bawah :
"Datuk Seri Najib Razak berkata dunia akan lebih selamat dan aman berikutan kematian pemimpin pengganas Al-Qaeda, Osama bin Laden, dalam satu operasi oleh pihak keselamatan Amerika Syarikat bersama Pakistan di luar Islamabad hari ini." - Harian Metro
Kenyataan Najib tersebut seolah-olah menyokong Amerika dan Yahudi. Adakah Najib ni ejen Amerika atau Yahudi? Ada tak bukti yang peristiwa 9 November yang banyak mengorbankan orang awam tersebut didalangi oleh Osama? Sampai sekarang pun Amerika masih gagal membuktikan penglibatan Osama. Kenapa kita sebagai orang Islam perlu ikut rentak Amerika melabelkan Osama dan Al-Qaeda sebagai pengganas?
Adakah Osama bin Laden pemegang kunci keamanan dunia? Ungkapan Najib itu menggambarkan pejuang Islam adalah pengganas dan wajib dihapuskan kerana kewujudan mereka menyebabkan dunia huru-hara dan tidak aman. Rakyat Palestin kena bunuh disebabkan Osama Laden kah?
Yang nyatanya, Amerika dan Yahudi adalah penganas sebenar. Kerana Israel, ramai umat Islam Palestin ditindas dan dibunuh. Amerika pula telah banyak membunuh orang awam di Iraq, Afghanistan dan yang terbaru di Syria. Sebenarnya, puak kafir Amerika dan Yahudi Laknatullah itulah sepatutnya dihapuskan bagi menjamin keamanan dunia. Bukan Osama Laden seperti yang didakwa Najib.
Cuba kalu berani, Najib keluarkan kenyataan "Dunia akan lebih selamat kalau Israel dan Amerika dihapuskan".
Apa pendapat anda? Buang jauh-jauh fikiran anda mengenai politik. Baca entry ini sebagai seorang yang cintakan Islam. Berfikirlah secara rasional.
Wednesday, 4 May 2011
Mengapa Wanita Diciptakan dari Tulang Rusuk?
Wanita tidak dicipta dari kepala laki-laki (Adam), supaya tidak melebihi atau mengungguli kodrat laki-laki. Wanita tidak dicipta dari kaki, supaya wanita tidak dihinakan oleh laki-laki atau diinjak laki-laki, karena dia adalah bagian dari tubuhnya. Wanita tidak diciptakan dari tanah, karena wanita memang kodratnya tidak sama dengan laki-laki. Wanita dicipta dari tulang rusuk laki-laki, karena memang untuk dijadikan pasangan laki-laki, menjadi pendamping laki-laki, menjadi kesenangan laki-laki, memperkuat dada laki-laki dan sekaligus menjadi penyeimbang hidup laki-laki.
Rasulullah Saw menjelaskan dalam hadits-nya:
1. Membuat suami kuat dadanya.
Dada adalah lambang keberanian dan keperkasaan. Karenanya, orang yang berani akan menantang lawannya dengan menepuk dada. Dada adalah tempat berkecamuknya segala rasa, ada rasa benci dan senang, ada rasa kesal dan jengkel. Maka dada harus luas dan tidak sempit, agar bisa menjadi arena untuk menyelesaikan pertengkaran segala macam rasa. Orang yang dadanya sempit akan sulit menyelesaikan masalah. Orang yang da-danya sempit mudah berputus asa, tidak punya optimisme, tidak punya semangat dan mudah sakit. Itu sebabnya, Nabi Musa ketika mendapatkan perintah untuk menyampaikan kebenaran di hadapan Fir’aun dan orang-orang bodoh, beliau berdoa kepada Allah:
Dada adalah kebanggaan, dan di dalam dada ada keberanian dan kekuatan dahsyat. Dada bagi wanita adalah kebanggaannya, dan menjadi kebanggaan suami.
2. Menjaga hati suami.
Hati adalah inti kehidupan. Di dalam hati ada keimanan. Di dalam hati ada kebahagiaan. Istri seharusnya makin mempertebal keimanan sua-mi. Istri seharusnya memberikan kedamaian dan kebahagiaan suami. Istri seharusnya menyenangkan hati suami. Istri seharusnya menjaga hati suami agar tidak berpaling ke lain hati. Karenanya orang yang sudah punya istri seharusnya hidupnya bahagia dan imannya semakin mantap.
Rasulullah Saw menjelaskan dalam hadits-nya:
Sesungguhnya wanita itu dicipta dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atas. Jika Anda meluruskannya, sama artinya Anda memecahkannya. Jika Anda biarkan, dia akan tetap bengkok. Karena itulah, Anda harus selalu memberikan nasihat-nasihat kebaikan. (HR. Muslim)Tulang iga adalah tulang yang bengkok dan letaknya sangat dekat dengan jantung hati. Fungsi tulang iga adalah memperkuat dada dan melindungi hati. Dari sini kita mendapat hikmah dan pelajaran bahwa wanita yang sudah menjadi istri, dia mempunyai 2 tugas, yaitu:
1. Membuat suami kuat dadanya.
Dada adalah lambang keberanian dan keperkasaan. Karenanya, orang yang berani akan menantang lawannya dengan menepuk dada. Dada adalah tempat berkecamuknya segala rasa, ada rasa benci dan senang, ada rasa kesal dan jengkel. Maka dada harus luas dan tidak sempit, agar bisa menjadi arena untuk menyelesaikan pertengkaran segala macam rasa. Orang yang dadanya sempit akan sulit menyelesaikan masalah. Orang yang da-danya sempit mudah berputus asa, tidak punya optimisme, tidak punya semangat dan mudah sakit. Itu sebabnya, Nabi Musa ketika mendapatkan perintah untuk menyampaikan kebenaran di hadapan Fir’aun dan orang-orang bodoh, beliau berdoa kepada Allah:
Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataan-ku”. (QS. Thaha: 25-28)Seorang istri harus menambahkan kekuatan suami, sehingga potensinya bisa bertambah dan berkembang menjadi berlipat-lipat. Seorang istri tidak hanya sekedar memberikan dorongan, tetapi dia menjadi bagian dari kekuatan dada suami. Jadi sesungguhnya wanita adalah dada suami.
Dada adalah kebanggaan, dan di dalam dada ada keberanian dan kekuatan dahsyat. Dada bagi wanita adalah kebanggaannya, dan menjadi kebanggaan suami.
2. Menjaga hati suami.
Hati adalah inti kehidupan. Di dalam hati ada keimanan. Di dalam hati ada kebahagiaan. Istri seharusnya makin mempertebal keimanan sua-mi. Istri seharusnya memberikan kedamaian dan kebahagiaan suami. Istri seharusnya menyenangkan hati suami. Istri seharusnya menjaga hati suami agar tidak berpaling ke lain hati. Karenanya orang yang sudah punya istri seharusnya hidupnya bahagia dan imannya semakin mantap.
Tuesday, 3 May 2011
Sultan Muhammad Al-Fatih Dan Pembukaan Istanbul 1453M
Pengenalan
Istanbul atau yang dulunya dikenali sebagai Costantinople, adalah salah sebuah bandar nostalgia dunia. Tidak setakat tercatat oleh tinta Sejarah Islam, bahkan statusnya sebagai salah sebuah bandar utama dunia, pasti mengundang seisi alam manusia untuk meninjau dan menghubungkan sejarah kegemilangan masing-masing dengannya Istanbul diasaskan pada tahun 330M oleh Maharaja Byzantine iaitu Costantine I.
Kedudukannya yang strategik, diungkapkan oleh Napoleon Bonapart kalaulah dunia ini sebuah negara, maka Costantinople inilah yang paling layak menjadi ibu negaranya. Costantinople telah pun menjadi ibu negara Empayar Byzantine semenjak penubuhannya. Ini menjadikan bandar berkenaan sebagai salah sebuah bandar terbesar dan utama dunia.
Kedudukan Costantinople yang sedemikian rupa, meletakkan ia di kedudukan yang istimewa apabila umat Islam memulakan agenda pertembungan mereka dengan Empayar Byzantine. Rasulullah SAW telah pun beberapa kali memberikan khabar gembira tentang pembukaan kota ini di tangan umat Islam seperti yang dinyatakan oleh Baginda SAW di dalam peperangan Khandak. Sabda baginda SAW : ”Sesungguhnya Costantinople itu pasti akan dibuka. Sebaik-baik ketua adalah ketuanya, dan sebaik-baik tentera adalah tenteranya”.
Istanbul atau yang dulunya dikenali sebagai Costantinople, adalah salah sebuah bandar nostalgia dunia. Tidak setakat tercatat oleh tinta Sejarah Islam, bahkan statusnya sebagai salah sebuah bandar utama dunia, pasti mengundang seisi alam manusia untuk meninjau dan menghubungkan sejarah kegemilangan masing-masing dengannya Istanbul diasaskan pada tahun 330M oleh Maharaja Byzantine iaitu Costantine I.
Kedudukannya yang strategik, diungkapkan oleh Napoleon Bonapart kalaulah dunia ini sebuah negara, maka Costantinople inilah yang paling layak menjadi ibu negaranya. Costantinople telah pun menjadi ibu negara Empayar Byzantine semenjak penubuhannya. Ini menjadikan bandar berkenaan sebagai salah sebuah bandar terbesar dan utama dunia.
Kedudukan Costantinople yang sedemikian rupa, meletakkan ia di kedudukan yang istimewa apabila umat Islam memulakan agenda pertembungan mereka dengan Empayar Byzantine. Rasulullah SAW telah pun beberapa kali memberikan khabar gembira tentang pembukaan kota ini di tangan umat Islam seperti yang dinyatakan oleh Baginda SAW di dalam peperangan Khandak. Sabda baginda SAW : ”Sesungguhnya Costantinople itu pasti akan dibuka. Sebaik-baik ketua adalah ketuanya, dan sebaik-baik tentera adalah tenteranya”.
Terdapat banyak lagi hadith lain seperti ini dan ia menimbulkan keghairahan para khalifah dan pemimpin Islam untuk berusaha menawan kota Costantinople berkenaan. Usaha pertama dilancarkan pada tahun 44H iaitu di zaman Muawiyah bin Abi Sufian RA. Akan tetapi, usaha berkenaan gagal dan Abu Ayyub Al-Ansari yang merupakan salah seorang sahabat Nabi yang menyertainya, syahid di pinggir kota Costantinople berkenaan. Manakala di zaman Sulaiman bin Abdul Malik pula, Khilafah Umayah telah menyediakan pasukan terhandal untuk menawan kembali kota berkenaan pada tahun 98H tetapi masih belum diizinkan oleh Allah SWT. (rujuk Al-Ibar oleh Ibnu Khaldun 3 / 70 dan Tarikh Khalifah bin Khayyath ms. 315)
Di zaman pemerintahan kerajaan Abbasiyyah, beberapa usaha diteruskan tetapi masih menemui kegagalan termasuk usaha di zaman Khalifah Harun Ar-Rasyid tahun 190H.
Selepas kejatuhan Baghdad tahun 656H, usaha menawan Costantinople diteruskan pula oleh kerajaan-kerajaan kecil di Asia Minor (Anatolia) terutamanya Kerajaan Seljuk. Pemimpin masyhurnya, Alp Arslan (455-465H / 1063-1072M) telah berjaya mengalahkan Maharaja Rum, Dimonos, pada tahun 463H / 1070M. Beliau telah menangkap lalu memenjarakannya sebelum dibebaskan dengan persetujuan untuk membayar jizyah tahunan kepada Kesultanan Seljuk. Peristiwa ini telah meletakkan sebahagian besar Empayar Rom di bawah pengaruh Kerajaan Islam Seljuk.
Bagaimana pun, selepas daripada merosot dan jatuhnya Kerajaan Seljuk berkenaan, terbentuk pula beberapa kerajaan kecil di Anatolia. Antaranya ialah kerajaan Seljuk Rum yang telah berjaya meluaskan kekuasaannya sehingga ke pantai Laut Ege di barat, seterusnya melemahkan pengaruh dan kekuasaan Empayar Rom.
Costantinople Dan Daulah ‘Uthmaniyyah
Di awal kurun ke-8 hijrah / 14M, Daulah Uthmaniyyah telah mengadakan persepakatan bersama Seljuk Rum yang ketika itu berpusat di bandar Konya. Persepakatan ini memberikan nafas baru kepada usaha umat Islam untuk menawan Costantinople. Usaha awal yang dibuat ialah di zaman Sultan Yildrim Beyazid yang mana beliau telah berjaya mengepung kota itu pada tahun 796H / 1393M. Peluang yang ada telah digunakan oleh Sultan Beyazid untuk memaksa Maharaja Byzantine menyerahkan Costantinople secara aman kepada umat Islam. Akan tetapi, usahanya itu menemui kegagalan dengan kedatangan bantuan Eropah dan dalam masa yang sama, tentera Mongol di bawah pimpinan Timurlank telah menyerang Daulah ‘Uthmaniyyah. Serangan itu dikenali sebagai Perang Ankara dan ini telah memaksa Sultan Beyazid untuk menarik balik tenteranya bagi mempertahankan negara dari serangan Mongol. Dalam peperangan itu, beliau telah ditawan dan kemudiannya meninggal dunia pada tahun 1402M. Kejadian itu telah menyebabkan idea untuk menawan Costantinople terhenti untuk beberapa ketika.
Selepas Daulah ‘Uthmaniyyah mencapai ke peringkat yang lebih maju dan tersusun, roh jihad telah hidup semua dengan nafas baru. Semangat dan kesungguhan yang ada itu telah mendorong Sultan Murad II (824-863H / 1421-1451M) untuk meneruskan usaha menawan Costantinople. Beberapa usaha telah berjaya dibuat untuk mengepung kota itu tetapi dalam masa yang sama berlaku pengkhianatan di pihak umat Islam. Mahajara Byzantine telah mengambil peluang ini untuk menabur fitnah dan mengucar-kacirkan saf tentera Islam. Usaha Sultan Murad II itu tidak berjaya sampai ke sasarannya sehinggalah di zaman anak beliau, Sultan Muhammad Al-Fatih, sultan ke-7 Daulah ‘Uthmaniyyah.
Semenjak kecil, Sultan Muhammad Al-Fatih telah meneliti dan meninjau usaha ayahnya menawan Costantinople. Bahkan beliau terus mengkaji tentang usaha-usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam ke arah itu, sehingga menimbulkan keazaman yang kuat untuk beliau meneruskan cita-cita umat Islam zaman berzaman itu. Ketika menaiki takhta pada tahun 855H / 1451M, beliau telah mula berfikir dan menyusun strategi untuk menawan kota berkenaan..
Kekuatan Sultan Muhammad Al-Fatih banyak terletak pada ketinggian peribadinya. Semenjak kecil, beliau telah ditarbiah secara intensif oleh para ulamak terulung di zamannya. Di zaman ayahnya, iaitu Sultan Murad II, Asy-Syeikh Muhammad bin Ismail Al-Kurani telah menjadi murabbi Amir Muhammad (Al-Fatih). Ketika itu, Amir Muhammad adalah ketua bagi kawasan Manisa. Sultan Murad II telah menghantar beberapa orang ulamak untuk mengajar anaknya sebelum itu, tetapi tidak diendahkan oleh Amir Muhammad. Lalu, beliau menghantar Asy-Syeikh Al-Kurani dan memberikan kuasa kepadanya untuk memukul Amir Muhammad jika beliau membantah tunjuk ajar gurunya. Apabila beliau menemui Amir Muhammad dan menjelaskan tentang hak yang diberikan oleh baginda Sultan, Amir Muhammad ketawa lalu dipukul oleh Asy-Syeikh Al-Kurani dengan begitu kuat sekali. Peristiwa ini telah menimbulkan kesan yang mendalam pada diri Amir Muhammad lantas selepas itu beliau terus menghafal Al-Quran dalam masa yang singkat
Tarbiah yang diberikan oleh para ulamak murabbi itu memberikan pengaruh yang besar, bukan hanya kepada peribadi Sultan, bahkan kepada corak pemerintahan dan adat resam Daulah ‘Uthmaniyyah itu sendiri. Sekiranya Sultan melakukan kesilapan, murabbinya itu akan menegur. Sultan juga dipanggilnya dengan nama dan apabila bersalam, Sultan yang akan mencium tangan ulamak yang menjadi murabbinya itu.Dengan tarbiah yang teliti dan penuh terhormat seperti ini, tidak hairanlah jika peribadi-peribadi yang unggul seperti Muhammad Al-Fatih lahir menempa nama di persada sejarah..
Asy-Syeikh Ak Semsettin
Dalam masa yang sama Asy-Syeikh Ak Samsettin (Syamsuddin) merupakan murabbi Sultan Muhammad Al-Fatih yang hakiki. Namanya yang sebenar ialah Muhammad bin Hamzah Ad-Dimasyqi Ar-Rumi yang mana nasabnya sampai kepada Saidina Abu Bakar As-Siddiq RA. Beliau mengajar Amir Muhammad ilmu-ilmu asas iaitu Al-Qur\'an, Al-Hadith, Feqah, Linguistik (Arab, Parsi dan Turki) dan juga ilmu kemahiran yang lain seperti Matematik, Falak, Sejarah, Ilmu Peperangan dan sebagainya.
Semenjak kecil, Syeikh Ak Semsettin berjaya meyakinkan Amir Muhammad bahawa beliau adalah orang yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadith pembukaan Costantinople berkenaan. Apabila beliau menaiki takhta, Sultan Muhammad segera menemui Syeikh Ak Semsettin bagi menyiapkan bala tentera ke arah penawanan Costantinople, demi merealisasikan hadith Rasulullah SAW berkenaan. Peperangan yang maha hebat itu memakan masa selama 54 hari.
Sultan Muhammad Al-Fatih sangat menyayangi Syeikh Ak Semsettin. Beliau mempunyai kedudukan yang istimewa pada diri Sultan Muhammad Al-Fatih dan ini sangat jelas dinyatakan oleh beliau ketika pembukaan Istanbul, "...sesungguhnya kamu semua melihat aku gembira sekali. Kegembiraanku ini bukanlah semata-mata kerana kejayaan kita menawan kota ini, akan tetapi ia adalah kerana hadirnya di sisiku syeikhku yang mulia, dialah pendidikku, Asy-Syeikh Ak Semsettin."
Persediaan Ke Arah Penawanan.
Sultan Muhammad Al-Fatih telah membuat persediaan yang besar ke arah mencapai matlamatnya menawan Costantinople. Beliau telah menyediakan mujahid seramai kira-kira 250,000 dan ini merupakan angka yang begitu besar jika dibandingkan dengan tentera negara lain di zaman itu. Para mujahid berkenaan diberikan latihan intensif dan sentiasa diperingatkan dengan pujian Rasulullah SAW kepada tentera yang akan menawan Costantinople itu nanti
Beliau telah membina Kota Rumeli (Rumeli Hisari) di tebing Eropah Selat Bosphorus iaitu di bahagian tersempit antara tebing Asia dan Eropah. Kota yang berhadapan dengan kota binaan Sultan Beyazid di sebelah tebing Asia ini, mempunyai peranan yang besar dalam usaha mengawal lalu lintas di selat tersebut. Maharaja Byzantine telah berusaha gigih untuk menghalang Sultan Muhammad Al-Fatih daripada membina kota berkenaan tetapi gagal menghalangnya.
Sultan Muhammad Al-Fatih juga berusaha untuk mempertingkatkan kelengkapan senjatanya. Beliau telah menapatkan khidmat pakar membina meriam bernama Orban. Beberapa meriam telah dibina termasuk Meriam Diraja yang masyhur. Catatan menceritakan betapa meriam ini adalah yang terbesar di zaman berkenaan. Beratnya beratus tan dan memerlukan beratus tenaga tentera untuk mengangkutnya. Beliau juga menyediakan kira-kira 400 buah kapal laut untuk tujuan yang sama.
Sebelum serangan dibuat, Sultan Muhammad Al-Fatih telah mengadakan perjanjian dengan musuh-musuh yang lain. Ini merupakan strategi yang penting supaya seluruh tenaga dapat ditumpukan kepada musuh yang satu tanpa ada sebarang ancaman yang berada di luar jangkaan. Antaranya ialah perjanjian yang dibuat dengan kerajaan Galata yang berjiran dengan Byzantine. Perkembangan ini sangat membimbangkan Maharaja Byzantine lantas pelbagai cubaan dibuat untuk menawan hati Sultan Muhammad Al-Fatih supaya membatalkan hasratnya. Hadiah dan rasuh cuba dibuat untuk tujuan berkenaan. Akan tetapi semuanya menemui kegagalan.
Keazaman yang begitu kuat pada diri Sultan Muhammad Al-Fatih telah mendorong Maharaja Byzantine berusaha mendapatkan pertolongan daripada negara-negara Eropah. Tanpa segan silu, beliau memohon pertolongan dari kepimpinan gereja Katholik, sedangkan ketika itu semua gereja di Costantinople bermazhab Orthodoks. Atas dasar bermuka-muka demi mengekalkan kuasanya, Maharaja Byzantine telah mengaku bersetuju untuk menukar mazhab di Costantinople demi menyatukan kedua-dua aliran yang saling bermusuh itu. Wakil telah dihantar dari Eropah ke Costantinople untuk tujuan berkenaan. Beliau telah berkhutbah di Gereja Aya Sofya menyatakan ketundukan Byzantine kepada Katholik. Akan tetapi hal ini telah menimbulkan kemarahan penduduk Costantinople yang bermazhab Orthodoks. Sehinggakan ada di antara pemimpin Orthodoks berkata, \"sesungguhnya aku lebih rela melihat di bumi Byzantine ini serban para orang Turki (muslim) daripada aku melihat topi Latin!\"Situasi ini telah mencetuskan pemberotakan rakyat terhadap keputusan maharaja yang dianggap khianat.
Serangan.
Costantinople mempunyai keistimewaannya yang tersendiri dari aspek geografi. Ia dikelilingi oleh lautan dari tiga penjuru iaitu Selat Bhosphore, Laut Marmara Dan Perairan Tanjung Emas (Golden Horn) yang dihalang pintu masuknya oleh rantai besi raksasa. Ia berfungsi menghalang kapal daripada masuk ke pintu utama Kota Costantinople.
Selepas melalui proses persiapan yang teliti, akhirnya Sultan Muhammad Al-Fatih telah tiba di hadapan kota Costantinople pada hari Khamis 26 Rabiul Awal 857H bersamaan 6 April 1453M. Di hadapan tentera yang menjangkau jumpa 250 ribu, Al-Fatih telah menyampaikan khutbah mengingatkan para mujahid tentang kelebihan jihad, kepentingan memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah SWT dsb. Beliau juga membacakan ayat-ayat Al-Quran mengenainya serta hadith Nabi SAW tentang pembukaan kota Costantinople. Ini semua memberikan kesan semangat yang tinggi dan jitu pada bala tentera itu lantas mereka menyambutnya dengan zikir, pujian dan doa kepada Allah SWT. Kehadiran para ulamak di tengah-tengah saf para mujahid itu juga menebalkan lagi keazaman mereka untuk menunaikan kewajipan jihad tersebut.
Keesokan harinya, Sultan Muhammad Al-Fatih telah menyusun dan membahagikan tenteranya kepada tiga kumpulan. Pertamanya adalah kumpulan utama yang bertugas mengawal kota yang mengelilingi Costantinople. Di belakang kumpulan utama itu adalah tentera simpanan yang bertugas menyokong tentera utama di hadapan. Meriam Diraja telah dihalakan ke pintu Topkapi. Pasukan pengawal juga diletakkan di beberapa kawasan strategik seperti kawasan-kawasan bukit di sekitar Kota Byzantine itu. Kapal-kapal laut ‘Uthmaniyyah juga diletakkan di sekitar perairan yang mengelilingi Costantinople. Akan tetapi kapal-kapal berkenaan tidak berjaya memasuki perairan Tanjung Emas disebabkan oleh kehadiran rantai raksasa yang mengawal pintu masuk.
Semenjak hari pertama serangan, tentera Byzantine telah berusaha keras menghalang tentera ‘Uthmaniyyah daripada merapati pintu-pintu masuk kota mereka. Tetapi serangan strategik tentera Islam telah berjaya mematahkan halangan itu, ditambah pula dengan serangan meriam dari pelbagai sudut. Bunyi meriam itu telah menimbulkan rasa takut yang amat sangat kepada penduduk Costantinople sehingga menjejaskan semangat mereka untuk bertahan.
Tentera Laut ‘Uthmaniyyah telah mencuba beberapa kali untuk melepasi rantai besi di pintu masuk Tanjung Emas. Dalam masa yang sama, panahan diarahkan kepada kapal-kapal Byzantine danEropah yang tiba untuk membantu. Walau bagaimana pun usaha ini tidak berjaya, dan ini memberikan semacam semangat di awalnya kepada penduduk Costantinople. Para paderi berjalan di lorong-lorong kota, mengingatkan penduduk supaya membanyakkan sabar serta terus berdoa kepada Jesus dan Maryam supaya menyelamatkan Costantinople. Maharaja Byzantine juga berulang-alik ke Gereja Aya Sofya untuk tujuan yang sama.
Perjanjian Al-Fatih Dengan Maharaja Costantine.
Maharaja Costantine mencuba sedaya upayanya untuk menundukkan Al-Fatih. Pelbagai hadiah dan tawaran dikemukakan demi untuk menyelamatkan kedudukannya itu. Akan tetapi Al-Fatih tidak menerima kesemua tawaran itu sebaliknya memberi kata putus supaya Costantinople diserahkan kepada Daulah ‘Uthmaniyyah secara aman. Al-Fatih berjanji, jika Costantinople diserahkan secara aman, tiada seorang pun yang akan diapa-apakan bahkan tiada gereja dan harta benda penduduk Costantinople yang akan dimusnahkan. Antara isi kandungan risalahnya itu, "... serahkan empayar kamu, kota Costantinople. Aku bersumpah bahawa tenteraku tidak akan mengancam sesiapa sama ada nyawa, harta dan kehormatannya. Mereka yang mahu terus tinggal dan hidup dengan amat sejahtera di Costantinople, bebas berbuat demikian. Dan sesiapa yang mahu meninggalkan kota ini dengan aman sejahtera juga dipersilakan".
Walaupun begitu, kepungan tentera Al-Fatih masih belum sempurna disebabkan oleh rantai besi yang melindungi pintu masuk Tanjung Emas itu. Dalam pada itu, para mujahid tetap terus melancarkan serangan demi serangan dan pada 18 April 1453M, pasukan penyerang ‘Uthmaniyyah telah berjaya memecah tembok Byzantine di Lembah Lycos yang terletak di sebelah barat kota. Tentera Byzantine telah berusaha sedaya upayanya untuk mempertahankan kota dari serangan itu. Pertempuran sengit berlaku bersama iringan hujan anak panah yang amat dahsyat.
Pada hari yang sama, beberapa buah kapal laut ‘Uthmaniyyah telah cuba merempuh rantai besi di Tanjung Emas. Akan tetapi, gabungan tentera laut Byzantine dan Eropah telah berjaya menangkis serangan itu bahkan beberapa buah kapal laut ‘Uthmaniyyah telah musnah menyebabkan yang lain terpaksa pulang ke kawasan masing-masing untuk mengelakkan kemusnahan yang berterusan.
Dua hari selepas serangan itu, berlaku sekali lagi serangan laut antara kedua belah pihak. Sultan Muhammad Al-Fatih sendiri mengawasi misi berkenaan dari pantai. Beliau telah menghantar utusan kepada tentera laut yang sedang berperang. Katanya, ".. sama ada kamu tawan kapal-kapal itu atau pun kamu tenggelamkan sahaja kesemuanya. Sekiranya kamu gagal, maka jangan pulang kepada kami sedangkan kamu semua hidup!".
Ketika itu juga, Sultan Muhammad Al-Fatih menunggang kudanya sehingga ke gigi laut sambil menjerit dengan sekuat hati nama ketua misi berkenaan, Palta Oglu, untuk memberikan semangat. Kesungguhan Al-Fatih itu, menaikkan semangat tenteranya. Namun, tentera kristian berjaya juga mematahkan serangan mujahidin walaupun mereka bersungguh- sungguh melancarkan serangan demi serangan. Kegagalan tersebut menyebabkan Sultan Muhammad Al-Fatih menjadi begitu marah lalu memecat Palta Oglu dan digantikan dengan Hamzah Pasha.
Kegagalan serangan tersebut telah memberikan kesan yang besar kepada tentera ‘Uthmaniyyah. Khalil Pasha yang merupakan wazir ketika itu cuba untuk memujuk Al-Fatih supaya membatalkan serangan serta menerima sahaja perjanjian penduduk Costantinople untuk tunduk kepada Daulah ‘Uthmaniyyah tanpa menakluknya. Cadangan itu ditolak mentah-mentah oleh Al-Fatih. Kini tiba masanya beliau berfikir tentang helah untuk tentera laut ‘Uthmaniyyah berjaya membolos Tanjung Emas...
Keajaiban Tentera ‘Uthmaniyyah.
Sultan Muhammad Al-Fatih telah menemui satu kaedah luar biasa untuk membawa kapalnya masuk ke perairan Tanjung Emas. Kaedah yang tidak pernah terfikir oleh mana-mana tentera sebelumnya untuk melakukannya. Beliau telah memanggil tenteranya dan menyarankan kepada mereka supaya membawa kapal-kapal itu masuk ke perairan Tanjung Emas melalui jalan darat! Malam itu juga, tentera ‘Uthmaniyyah dengan semangat dan kekuatan luar biasa telah berjaya menarik 70 kapal dari pantai Besiktas ke Galata melalui bukit yang begitu tinggi dengan jarak melebihi 3 batu! Sesungguhnya kejadian ini sangat luar biasa dan di luar bayangan manusia hingga ke hari ini.
Pagi 22 April itu, penduduk Costantinople dikejutkan dengan laungan takbir dan nasyid para mujahidin di Tanjung Emas. Tiada siapa yang dapat membayangkan bagaimana semua itu boleh berlaku hanya pada satu malam. Bahkan ada yang menyangka bahawa tentera Al-Fatih mendapat bantuan jin dan syaitan! Yilmaz Oztuna di dalam bukunya Osmanli Tarihi menceritakan bagaimana seorang ahli sejarah Byzantine berkata, "Tidaklah kami pernah melihat atau mendengar hal ajaib seperti ini. Muhammad Al-Fatih telah menukar darat menjadi lautan, melayarkan kapalnya di puncak gunung dan bukannya di ombak lautan. Sesungguhnya Muhammad Al-Fatih dengan usahanya ini telah mengatasi Alexander The Great!"
Costantine telah bermesyuarat dengan para pemimpin kerajaan Byzantine tentang strategi seterusnya, tetapi mereka gagal mencapai kata sepakat. Costantine menolak cadangan supaya beliau sendiri pergi mendapatkan pertolongan daripada umat kristian di Eropah bahkan tetap dengan keputusannya untuk mempertahankan Costantinople hingga ke titisan darah yang terakhir.
Serangan Besar-besaran Mujahidin.
Dengan kedudukan tentera ‘Uthmaniyyah yang sudah semakin mantap, Sultan Muhammad Al-Fatih telah melancarkan serangan besar-besaran ke benteng terakhir Byzantine. Tembakan meriam yang telah memusnahkan sebuah kapal dagang di Tanjung Emas, menyebabkan tentera Eropah yang lain lari ketakutan. Mereka telah meninggalkan pertempuran melalui kota Galata. Semenjak kejayaan kapal mujahiden memasuki perairan Tanjung Emas, serangan dilancarkan siang dan malam tanpa henti.
Laungan takbir "Allahu Akbar, Allahu Akbar!" yang mengisi ruang angkasa Costantinople telah memberikan semacam serangan psikologi kepada penduduk kota berkenaan. Seakan mendengar panahan petir, semangat mereka terus luntur dengan ancaman demi ancaman kalimah tauhid tentera Al-Fatih itu. Dalam masa yang sama, Al-Fatih dan tenteranya sentiasa mengejutkan mereka dengan seni perang yang baru sehingga menggawatkan pertahanan tentera salib itu.
Ketika ribut yang ada belum reda, penduduk Costantinople menyedari bahawa tentera Islam telah mengorek terowong untuk masuk ke pusat kota. Ketakutan melanda penduduk sehingga mereka curiga dengan bunyi tapak kaki sendiri. Merasakan yang bila-bila masa sahaja tentera 'Turki' akan keluar dari perut bumi berikutan dengan pembinaan terowong itu.
Usaha Damai Terakhir.
Sultan Muhammad Al-Fatih yakin bahawa kemenangan semakin hampir. Kecintaannya kepada Costantinople yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW, mendorong beliau untuk terus berusaha agar Costantine menyerah kalah tanpa terus membiarkan kota itu musnah. Sekali lagi beliau menghantar utusan meminta Costantine supaya menyerahkan Costantinople secara aman. Apabila utusan berkenaan sampai kepadanya, Costantine telah berbincang dengan para menterinya. Ada yang mencadangkan supaya mereka menyerah kalah dan ada pula yang mahukan pertahanan diteruskan hingga ke penamat. Costantine akhirnya bersetuju dengan pandangan kedua lantas menghantar maklum balas dengan katanya,"... syukur kepada Tuhan kerana Sultan mahukan keamanan dan bersedia menerima pembayaran jizyah. Akan tetapi Costantine bersumpah untuk terus bertahan hingga ke akhir hayatnya demi takhta... atau mati sahaja dan dikuburkan di kota ini!". Apabila jawapan Costantine ini diterima, Al-Fatih menjawab, "Baiklah... tidak lama lagi akan terhasil bagiku di Costantinople itu sama ada takhta atau keranda...!".
Perbincangan dilakukan oleh Al-Fatih tentang strategi seterusnya. Pelbagai kemungkinan dipertimbangkan dan akhirnya keputusan dibuat untuk meneruskan rancangan menawan Costantinople sebagaimana yang telah disusun.
Hari Kemenangan.
Pada 27 Mei 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama tenteranya telah berusaha keras membersihkan diri di hadapan Allah SWT. Mereka membanyakkan solat, doa dan zikir dengan harapan Allah SWT akan memudahkan kemenangan. Para ulamak pula memeriksa barisan tentera sambil memberi semangat kepada para mujahidin. Mereka diperingatkan tentang kelebihan jihad dan syahid serta kemuliaan para syuhada' terdahulu khususnya Abu Ayyub Al-Ansari RA. "...sesungguhnya apabila Rasulullah SAW tiba di Madinah ketika kemenangan hijrah, baginda SAW telah pergi ke rumah Abu Ayyub Al-Ansari. Sesungguhnya Abu Ayyub telah pun datang (ke Costantinople) dan berada di sini!" Kata-kata ini telah membakar semangat tentera Al-Fatih hingga ke kemuncaknya.
Dalam masa yang sama, penduduk Costantine melakukan upacara peribadatan secara bersungguh-sungguh dengan harapan Tuhan akan membantu mereka...
Tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jamadil Awal 857H / 29 Mei 1453M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Penduduk Costantinople telah berada di kemuncak ketakutan mereka pagi itu. Mujahidin yang sememangnya menginginkan syahid, begitu berani menyerbu tentera salib di kota itu.
Tentera ‘Uthmaniyyah akhirnya berjaya menembusi kota Costantinople melalui Pintu Edirne dan mereka telah mengibarkan bendera Daulah ‘Uthmaniyyah di puncak kota. Costantine yang melihat kejadian itu berasa putus asa untuk bertahan lantas menanggalkan pakaian maharajanya supaya tidak dikenali musuh. Akhirnya beliau menemui ajal dalam keadaan yang amat mengaibkan.
Berita kematian Costantine telah menaikkan lagi semangat tentera Islam untuk menyerang. Begitu juga sebaliknya, bagaikan pokok tercabut akar, tentera salib menjadi kucar kacir apabila berita kematian maharajanya tersebar. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentera Al-Fatih, akhirnya berjaya sampai ke cita-cita mereka. Kejayaan menguasai Costantinople telah disambut dengan penuh rasa syukur oleh Al-Fatih serta... seisi langit dan bumi. Beliau bertitah, ".. Alhamdulillah, semoga Allah merahmati para syuhada', memberikan kemuliaan kepada mujahidin, serta kebanggaan dan syukur buat rakyatku"
Sebaik-baik Ketua Dan Tentera.
Pada hari itu, majoriti penduduk Costantinople bersembunyi di gereja-gereja sekitar kota. Sultan Muhammad Al-Fatih berpesan kepada tenteranya supaya bermuamalah dengan baik kepada penduduk Costantinople sambil mengucapkan tahniah kepada tenteranya yang berjaya merealisasikan sabda Rasulullah SAW:
Sesungguhnya Costantinople itu pasti akan dibuka. Sebaik-baik ketua adalah ketuanya, dan sebaik-baik tentera adalah tenteranya.
Dengan penuh rasa syukur dan tawadhu, Sultan Muhammad Al-Fatih telah sujud ke bumi mengucapkan sebesar-besar syukur ke hadrat Allah atas kemenangan bersejarah itu.
Beliau kemudiannya menuju ke Gereja Aya Sofya yang ketika itu menjadi tempat perlindungan sejumlah besar penduduk kota berkenaan. Ketakutan jelas terbayang di wajah masing-masing bilamana beliau menghampiri pintu. Salah seorang paderi telah membuka pintu gereja, dan Al-Fatih meminta beliau supaya menenangkan sekalian mereka yang ada. Dengan toleransi Al-Fatih, ramai yang keluar dari tempat persembunyian masing-masing bahkan ada di kalangan paderi yang terus menyatakan keislaman mereka.
Selepas itu, Sultan Muhammad Al-Fatih telah mengarahkan supaya gereja berkenaan ditukar menjadi masjid supaya Jumaat pertama nanti akan dikerjakan solat di masjid ini. Para pekerja bertugas bertungkus lumus menanggalkan salib, patung dan gambar-gambar untuk tujuan berkenaan. Pada hari Jumaat itu, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama para muslimin telah mendirikan solat Jumaat di Masjid Aya Sofya. Khutbah yang pertama di Aya Sofya itu telah disampaikan oleh Asy-Syeikh Ak Semsettin. Pada hari itu juga Sultan Muhammad Al-Fatih telah bersumpah bahawa barangsiapa yang menukar Masjid Aya Sofya kembali kepada gereja, maka akan berolehlah kutukan dan laknat darinya dan Tuhan Masjid Aya Sofya itu.
Nama Costantinople kemudiannya ditukar kepada "Islam Bol", yang bermaksud "Bandar Islam" dan kemudiannya dijadikan sebagai ibu negara ketiga Khilafah ‘Uthmaniyyah selepas Bursa dan Edirne . Kekallah bumi yang mulia itu sebagai pusat pemerintahan, ketamadunan, keilmuan dan keagungan Islam berkurun lamanya.. sehinggalah Khilafah ‘Uthmaniyyah ditamatkan sejarahnya oleh Mustafa Kemal Ataturk secara rasminya pada tahun 1924M.
Aya Sofya kembali dikristiankan oleh Ataturk atas nama muzium. Gambar- gambar syirik kembali bertempelan di kubah masjid yang berdukacita itu. Manifesto Parti Refah pada pilihanraya yang lalu untuk mengembalikan Masjid Aya Sofya ke kegemilangan sejarahnya, berkubur buat sementara dengan pengharaman parti itu beberapa tahun yang lalu. Sesungguhnya seluruh umat Islam merindukan suara azan membesarkan Allah kembali berkumandang di menara Aya Sofya. Semoga Istanbul kembali ke pangkuan Islam dan muslimin. Amien ya Rabbal 'Alamin.
ISLAM TIDAK AKAN BANGKIT SELAGI UMAT TIDAK MENGUBAH PEMIKIRAN MEREKA
Di zaman pemerintahan kerajaan Abbasiyyah, beberapa usaha diteruskan tetapi masih menemui kegagalan termasuk usaha di zaman Khalifah Harun Ar-Rasyid tahun 190H.
Selepas kejatuhan Baghdad tahun 656H, usaha menawan Costantinople diteruskan pula oleh kerajaan-kerajaan kecil di Asia Minor (Anatolia) terutamanya Kerajaan Seljuk. Pemimpin masyhurnya, Alp Arslan (455-465H / 1063-1072M) telah berjaya mengalahkan Maharaja Rum, Dimonos, pada tahun 463H / 1070M. Beliau telah menangkap lalu memenjarakannya sebelum dibebaskan dengan persetujuan untuk membayar jizyah tahunan kepada Kesultanan Seljuk. Peristiwa ini telah meletakkan sebahagian besar Empayar Rom di bawah pengaruh Kerajaan Islam Seljuk.
Bagaimana pun, selepas daripada merosot dan jatuhnya Kerajaan Seljuk berkenaan, terbentuk pula beberapa kerajaan kecil di Anatolia. Antaranya ialah kerajaan Seljuk Rum yang telah berjaya meluaskan kekuasaannya sehingga ke pantai Laut Ege di barat, seterusnya melemahkan pengaruh dan kekuasaan Empayar Rom.
Costantinople Dan Daulah ‘Uthmaniyyah
Di awal kurun ke-8 hijrah / 14M, Daulah Uthmaniyyah telah mengadakan persepakatan bersama Seljuk Rum yang ketika itu berpusat di bandar Konya. Persepakatan ini memberikan nafas baru kepada usaha umat Islam untuk menawan Costantinople. Usaha awal yang dibuat ialah di zaman Sultan Yildrim Beyazid yang mana beliau telah berjaya mengepung kota itu pada tahun 796H / 1393M. Peluang yang ada telah digunakan oleh Sultan Beyazid untuk memaksa Maharaja Byzantine menyerahkan Costantinople secara aman kepada umat Islam. Akan tetapi, usahanya itu menemui kegagalan dengan kedatangan bantuan Eropah dan dalam masa yang sama, tentera Mongol di bawah pimpinan Timurlank telah menyerang Daulah ‘Uthmaniyyah. Serangan itu dikenali sebagai Perang Ankara dan ini telah memaksa Sultan Beyazid untuk menarik balik tenteranya bagi mempertahankan negara dari serangan Mongol. Dalam peperangan itu, beliau telah ditawan dan kemudiannya meninggal dunia pada tahun 1402M. Kejadian itu telah menyebabkan idea untuk menawan Costantinople terhenti untuk beberapa ketika.
Selepas Daulah ‘Uthmaniyyah mencapai ke peringkat yang lebih maju dan tersusun, roh jihad telah hidup semua dengan nafas baru. Semangat dan kesungguhan yang ada itu telah mendorong Sultan Murad II (824-863H / 1421-1451M) untuk meneruskan usaha menawan Costantinople. Beberapa usaha telah berjaya dibuat untuk mengepung kota itu tetapi dalam masa yang sama berlaku pengkhianatan di pihak umat Islam. Mahajara Byzantine telah mengambil peluang ini untuk menabur fitnah dan mengucar-kacirkan saf tentera Islam. Usaha Sultan Murad II itu tidak berjaya sampai ke sasarannya sehinggalah di zaman anak beliau, Sultan Muhammad Al-Fatih, sultan ke-7 Daulah ‘Uthmaniyyah.
Semenjak kecil, Sultan Muhammad Al-Fatih telah meneliti dan meninjau usaha ayahnya menawan Costantinople. Bahkan beliau terus mengkaji tentang usaha-usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam ke arah itu, sehingga menimbulkan keazaman yang kuat untuk beliau meneruskan cita-cita umat Islam zaman berzaman itu. Ketika menaiki takhta pada tahun 855H / 1451M, beliau telah mula berfikir dan menyusun strategi untuk menawan kota berkenaan..
Kekuatan Sultan Muhammad Al-Fatih banyak terletak pada ketinggian peribadinya. Semenjak kecil, beliau telah ditarbiah secara intensif oleh para ulamak terulung di zamannya. Di zaman ayahnya, iaitu Sultan Murad II, Asy-Syeikh Muhammad bin Ismail Al-Kurani telah menjadi murabbi Amir Muhammad (Al-Fatih). Ketika itu, Amir Muhammad adalah ketua bagi kawasan Manisa. Sultan Murad II telah menghantar beberapa orang ulamak untuk mengajar anaknya sebelum itu, tetapi tidak diendahkan oleh Amir Muhammad. Lalu, beliau menghantar Asy-Syeikh Al-Kurani dan memberikan kuasa kepadanya untuk memukul Amir Muhammad jika beliau membantah tunjuk ajar gurunya. Apabila beliau menemui Amir Muhammad dan menjelaskan tentang hak yang diberikan oleh baginda Sultan, Amir Muhammad ketawa lalu dipukul oleh Asy-Syeikh Al-Kurani dengan begitu kuat sekali. Peristiwa ini telah menimbulkan kesan yang mendalam pada diri Amir Muhammad lantas selepas itu beliau terus menghafal Al-Quran dalam masa yang singkat
Tarbiah yang diberikan oleh para ulamak murabbi itu memberikan pengaruh yang besar, bukan hanya kepada peribadi Sultan, bahkan kepada corak pemerintahan dan adat resam Daulah ‘Uthmaniyyah itu sendiri. Sekiranya Sultan melakukan kesilapan, murabbinya itu akan menegur. Sultan juga dipanggilnya dengan nama dan apabila bersalam, Sultan yang akan mencium tangan ulamak yang menjadi murabbinya itu.Dengan tarbiah yang teliti dan penuh terhormat seperti ini, tidak hairanlah jika peribadi-peribadi yang unggul seperti Muhammad Al-Fatih lahir menempa nama di persada sejarah..
Asy-Syeikh Ak Semsettin
Dalam masa yang sama Asy-Syeikh Ak Samsettin (Syamsuddin) merupakan murabbi Sultan Muhammad Al-Fatih yang hakiki. Namanya yang sebenar ialah Muhammad bin Hamzah Ad-Dimasyqi Ar-Rumi yang mana nasabnya sampai kepada Saidina Abu Bakar As-Siddiq RA. Beliau mengajar Amir Muhammad ilmu-ilmu asas iaitu Al-Qur\'an, Al-Hadith, Feqah, Linguistik (Arab, Parsi dan Turki) dan juga ilmu kemahiran yang lain seperti Matematik, Falak, Sejarah, Ilmu Peperangan dan sebagainya.
Semenjak kecil, Syeikh Ak Semsettin berjaya meyakinkan Amir Muhammad bahawa beliau adalah orang yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadith pembukaan Costantinople berkenaan. Apabila beliau menaiki takhta, Sultan Muhammad segera menemui Syeikh Ak Semsettin bagi menyiapkan bala tentera ke arah penawanan Costantinople, demi merealisasikan hadith Rasulullah SAW berkenaan. Peperangan yang maha hebat itu memakan masa selama 54 hari.
Sultan Muhammad Al-Fatih sangat menyayangi Syeikh Ak Semsettin. Beliau mempunyai kedudukan yang istimewa pada diri Sultan Muhammad Al-Fatih dan ini sangat jelas dinyatakan oleh beliau ketika pembukaan Istanbul, "...sesungguhnya kamu semua melihat aku gembira sekali. Kegembiraanku ini bukanlah semata-mata kerana kejayaan kita menawan kota ini, akan tetapi ia adalah kerana hadirnya di sisiku syeikhku yang mulia, dialah pendidikku, Asy-Syeikh Ak Semsettin."
Persediaan Ke Arah Penawanan.
Sultan Muhammad Al-Fatih telah membuat persediaan yang besar ke arah mencapai matlamatnya menawan Costantinople. Beliau telah menyediakan mujahid seramai kira-kira 250,000 dan ini merupakan angka yang begitu besar jika dibandingkan dengan tentera negara lain di zaman itu. Para mujahid berkenaan diberikan latihan intensif dan sentiasa diperingatkan dengan pujian Rasulullah SAW kepada tentera yang akan menawan Costantinople itu nanti
Beliau telah membina Kota Rumeli (Rumeli Hisari) di tebing Eropah Selat Bosphorus iaitu di bahagian tersempit antara tebing Asia dan Eropah. Kota yang berhadapan dengan kota binaan Sultan Beyazid di sebelah tebing Asia ini, mempunyai peranan yang besar dalam usaha mengawal lalu lintas di selat tersebut. Maharaja Byzantine telah berusaha gigih untuk menghalang Sultan Muhammad Al-Fatih daripada membina kota berkenaan tetapi gagal menghalangnya.
Sultan Muhammad Al-Fatih juga berusaha untuk mempertingkatkan kelengkapan senjatanya. Beliau telah menapatkan khidmat pakar membina meriam bernama Orban. Beberapa meriam telah dibina termasuk Meriam Diraja yang masyhur. Catatan menceritakan betapa meriam ini adalah yang terbesar di zaman berkenaan. Beratnya beratus tan dan memerlukan beratus tenaga tentera untuk mengangkutnya. Beliau juga menyediakan kira-kira 400 buah kapal laut untuk tujuan yang sama.
Sebelum serangan dibuat, Sultan Muhammad Al-Fatih telah mengadakan perjanjian dengan musuh-musuh yang lain. Ini merupakan strategi yang penting supaya seluruh tenaga dapat ditumpukan kepada musuh yang satu tanpa ada sebarang ancaman yang berada di luar jangkaan. Antaranya ialah perjanjian yang dibuat dengan kerajaan Galata yang berjiran dengan Byzantine. Perkembangan ini sangat membimbangkan Maharaja Byzantine lantas pelbagai cubaan dibuat untuk menawan hati Sultan Muhammad Al-Fatih supaya membatalkan hasratnya. Hadiah dan rasuh cuba dibuat untuk tujuan berkenaan. Akan tetapi semuanya menemui kegagalan.
Keazaman yang begitu kuat pada diri Sultan Muhammad Al-Fatih telah mendorong Maharaja Byzantine berusaha mendapatkan pertolongan daripada negara-negara Eropah. Tanpa segan silu, beliau memohon pertolongan dari kepimpinan gereja Katholik, sedangkan ketika itu semua gereja di Costantinople bermazhab Orthodoks. Atas dasar bermuka-muka demi mengekalkan kuasanya, Maharaja Byzantine telah mengaku bersetuju untuk menukar mazhab di Costantinople demi menyatukan kedua-dua aliran yang saling bermusuh itu. Wakil telah dihantar dari Eropah ke Costantinople untuk tujuan berkenaan. Beliau telah berkhutbah di Gereja Aya Sofya menyatakan ketundukan Byzantine kepada Katholik. Akan tetapi hal ini telah menimbulkan kemarahan penduduk Costantinople yang bermazhab Orthodoks. Sehinggakan ada di antara pemimpin Orthodoks berkata, \"sesungguhnya aku lebih rela melihat di bumi Byzantine ini serban para orang Turki (muslim) daripada aku melihat topi Latin!\"Situasi ini telah mencetuskan pemberotakan rakyat terhadap keputusan maharaja yang dianggap khianat.
Serangan.
Costantinople mempunyai keistimewaannya yang tersendiri dari aspek geografi. Ia dikelilingi oleh lautan dari tiga penjuru iaitu Selat Bhosphore, Laut Marmara Dan Perairan Tanjung Emas (Golden Horn) yang dihalang pintu masuknya oleh rantai besi raksasa. Ia berfungsi menghalang kapal daripada masuk ke pintu utama Kota Costantinople.
Selepas melalui proses persiapan yang teliti, akhirnya Sultan Muhammad Al-Fatih telah tiba di hadapan kota Costantinople pada hari Khamis 26 Rabiul Awal 857H bersamaan 6 April 1453M. Di hadapan tentera yang menjangkau jumpa 250 ribu, Al-Fatih telah menyampaikan khutbah mengingatkan para mujahid tentang kelebihan jihad, kepentingan memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah SWT dsb. Beliau juga membacakan ayat-ayat Al-Quran mengenainya serta hadith Nabi SAW tentang pembukaan kota Costantinople. Ini semua memberikan kesan semangat yang tinggi dan jitu pada bala tentera itu lantas mereka menyambutnya dengan zikir, pujian dan doa kepada Allah SWT. Kehadiran para ulamak di tengah-tengah saf para mujahid itu juga menebalkan lagi keazaman mereka untuk menunaikan kewajipan jihad tersebut.
Keesokan harinya, Sultan Muhammad Al-Fatih telah menyusun dan membahagikan tenteranya kepada tiga kumpulan. Pertamanya adalah kumpulan utama yang bertugas mengawal kota yang mengelilingi Costantinople. Di belakang kumpulan utama itu adalah tentera simpanan yang bertugas menyokong tentera utama di hadapan. Meriam Diraja telah dihalakan ke pintu Topkapi. Pasukan pengawal juga diletakkan di beberapa kawasan strategik seperti kawasan-kawasan bukit di sekitar Kota Byzantine itu. Kapal-kapal laut ‘Uthmaniyyah juga diletakkan di sekitar perairan yang mengelilingi Costantinople. Akan tetapi kapal-kapal berkenaan tidak berjaya memasuki perairan Tanjung Emas disebabkan oleh kehadiran rantai raksasa yang mengawal pintu masuk.
Semenjak hari pertama serangan, tentera Byzantine telah berusaha keras menghalang tentera ‘Uthmaniyyah daripada merapati pintu-pintu masuk kota mereka. Tetapi serangan strategik tentera Islam telah berjaya mematahkan halangan itu, ditambah pula dengan serangan meriam dari pelbagai sudut. Bunyi meriam itu telah menimbulkan rasa takut yang amat sangat kepada penduduk Costantinople sehingga menjejaskan semangat mereka untuk bertahan.
Tentera Laut ‘Uthmaniyyah telah mencuba beberapa kali untuk melepasi rantai besi di pintu masuk Tanjung Emas. Dalam masa yang sama, panahan diarahkan kepada kapal-kapal Byzantine danEropah yang tiba untuk membantu. Walau bagaimana pun usaha ini tidak berjaya, dan ini memberikan semacam semangat di awalnya kepada penduduk Costantinople. Para paderi berjalan di lorong-lorong kota, mengingatkan penduduk supaya membanyakkan sabar serta terus berdoa kepada Jesus dan Maryam supaya menyelamatkan Costantinople. Maharaja Byzantine juga berulang-alik ke Gereja Aya Sofya untuk tujuan yang sama.
Perjanjian Al-Fatih Dengan Maharaja Costantine.
Maharaja Costantine mencuba sedaya upayanya untuk menundukkan Al-Fatih. Pelbagai hadiah dan tawaran dikemukakan demi untuk menyelamatkan kedudukannya itu. Akan tetapi Al-Fatih tidak menerima kesemua tawaran itu sebaliknya memberi kata putus supaya Costantinople diserahkan kepada Daulah ‘Uthmaniyyah secara aman. Al-Fatih berjanji, jika Costantinople diserahkan secara aman, tiada seorang pun yang akan diapa-apakan bahkan tiada gereja dan harta benda penduduk Costantinople yang akan dimusnahkan. Antara isi kandungan risalahnya itu, "... serahkan empayar kamu, kota Costantinople. Aku bersumpah bahawa tenteraku tidak akan mengancam sesiapa sama ada nyawa, harta dan kehormatannya. Mereka yang mahu terus tinggal dan hidup dengan amat sejahtera di Costantinople, bebas berbuat demikian. Dan sesiapa yang mahu meninggalkan kota ini dengan aman sejahtera juga dipersilakan".
Walaupun begitu, kepungan tentera Al-Fatih masih belum sempurna disebabkan oleh rantai besi yang melindungi pintu masuk Tanjung Emas itu. Dalam pada itu, para mujahid tetap terus melancarkan serangan demi serangan dan pada 18 April 1453M, pasukan penyerang ‘Uthmaniyyah telah berjaya memecah tembok Byzantine di Lembah Lycos yang terletak di sebelah barat kota. Tentera Byzantine telah berusaha sedaya upayanya untuk mempertahankan kota dari serangan itu. Pertempuran sengit berlaku bersama iringan hujan anak panah yang amat dahsyat.
Pada hari yang sama, beberapa buah kapal laut ‘Uthmaniyyah telah cuba merempuh rantai besi di Tanjung Emas. Akan tetapi, gabungan tentera laut Byzantine dan Eropah telah berjaya menangkis serangan itu bahkan beberapa buah kapal laut ‘Uthmaniyyah telah musnah menyebabkan yang lain terpaksa pulang ke kawasan masing-masing untuk mengelakkan kemusnahan yang berterusan.
Dua hari selepas serangan itu, berlaku sekali lagi serangan laut antara kedua belah pihak. Sultan Muhammad Al-Fatih sendiri mengawasi misi berkenaan dari pantai. Beliau telah menghantar utusan kepada tentera laut yang sedang berperang. Katanya, ".. sama ada kamu tawan kapal-kapal itu atau pun kamu tenggelamkan sahaja kesemuanya. Sekiranya kamu gagal, maka jangan pulang kepada kami sedangkan kamu semua hidup!".
Ketika itu juga, Sultan Muhammad Al-Fatih menunggang kudanya sehingga ke gigi laut sambil menjerit dengan sekuat hati nama ketua misi berkenaan, Palta Oglu, untuk memberikan semangat. Kesungguhan Al-Fatih itu, menaikkan semangat tenteranya. Namun, tentera kristian berjaya juga mematahkan serangan mujahidin walaupun mereka bersungguh- sungguh melancarkan serangan demi serangan. Kegagalan tersebut menyebabkan Sultan Muhammad Al-Fatih menjadi begitu marah lalu memecat Palta Oglu dan digantikan dengan Hamzah Pasha.
Kegagalan serangan tersebut telah memberikan kesan yang besar kepada tentera ‘Uthmaniyyah. Khalil Pasha yang merupakan wazir ketika itu cuba untuk memujuk Al-Fatih supaya membatalkan serangan serta menerima sahaja perjanjian penduduk Costantinople untuk tunduk kepada Daulah ‘Uthmaniyyah tanpa menakluknya. Cadangan itu ditolak mentah-mentah oleh Al-Fatih. Kini tiba masanya beliau berfikir tentang helah untuk tentera laut ‘Uthmaniyyah berjaya membolos Tanjung Emas...
Keajaiban Tentera ‘Uthmaniyyah.
Sultan Muhammad Al-Fatih telah menemui satu kaedah luar biasa untuk membawa kapalnya masuk ke perairan Tanjung Emas. Kaedah yang tidak pernah terfikir oleh mana-mana tentera sebelumnya untuk melakukannya. Beliau telah memanggil tenteranya dan menyarankan kepada mereka supaya membawa kapal-kapal itu masuk ke perairan Tanjung Emas melalui jalan darat! Malam itu juga, tentera ‘Uthmaniyyah dengan semangat dan kekuatan luar biasa telah berjaya menarik 70 kapal dari pantai Besiktas ke Galata melalui bukit yang begitu tinggi dengan jarak melebihi 3 batu! Sesungguhnya kejadian ini sangat luar biasa dan di luar bayangan manusia hingga ke hari ini.
Pagi 22 April itu, penduduk Costantinople dikejutkan dengan laungan takbir dan nasyid para mujahidin di Tanjung Emas. Tiada siapa yang dapat membayangkan bagaimana semua itu boleh berlaku hanya pada satu malam. Bahkan ada yang menyangka bahawa tentera Al-Fatih mendapat bantuan jin dan syaitan! Yilmaz Oztuna di dalam bukunya Osmanli Tarihi menceritakan bagaimana seorang ahli sejarah Byzantine berkata, "Tidaklah kami pernah melihat atau mendengar hal ajaib seperti ini. Muhammad Al-Fatih telah menukar darat menjadi lautan, melayarkan kapalnya di puncak gunung dan bukannya di ombak lautan. Sesungguhnya Muhammad Al-Fatih dengan usahanya ini telah mengatasi Alexander The Great!"
Costantine telah bermesyuarat dengan para pemimpin kerajaan Byzantine tentang strategi seterusnya, tetapi mereka gagal mencapai kata sepakat. Costantine menolak cadangan supaya beliau sendiri pergi mendapatkan pertolongan daripada umat kristian di Eropah bahkan tetap dengan keputusannya untuk mempertahankan Costantinople hingga ke titisan darah yang terakhir.
Serangan Besar-besaran Mujahidin.
Dengan kedudukan tentera ‘Uthmaniyyah yang sudah semakin mantap, Sultan Muhammad Al-Fatih telah melancarkan serangan besar-besaran ke benteng terakhir Byzantine. Tembakan meriam yang telah memusnahkan sebuah kapal dagang di Tanjung Emas, menyebabkan tentera Eropah yang lain lari ketakutan. Mereka telah meninggalkan pertempuran melalui kota Galata. Semenjak kejayaan kapal mujahiden memasuki perairan Tanjung Emas, serangan dilancarkan siang dan malam tanpa henti.
Laungan takbir "Allahu Akbar, Allahu Akbar!" yang mengisi ruang angkasa Costantinople telah memberikan semacam serangan psikologi kepada penduduk kota berkenaan. Seakan mendengar panahan petir, semangat mereka terus luntur dengan ancaman demi ancaman kalimah tauhid tentera Al-Fatih itu. Dalam masa yang sama, Al-Fatih dan tenteranya sentiasa mengejutkan mereka dengan seni perang yang baru sehingga menggawatkan pertahanan tentera salib itu.
Ketika ribut yang ada belum reda, penduduk Costantinople menyedari bahawa tentera Islam telah mengorek terowong untuk masuk ke pusat kota. Ketakutan melanda penduduk sehingga mereka curiga dengan bunyi tapak kaki sendiri. Merasakan yang bila-bila masa sahaja tentera 'Turki' akan keluar dari perut bumi berikutan dengan pembinaan terowong itu.
Usaha Damai Terakhir.
Sultan Muhammad Al-Fatih yakin bahawa kemenangan semakin hampir. Kecintaannya kepada Costantinople yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW, mendorong beliau untuk terus berusaha agar Costantine menyerah kalah tanpa terus membiarkan kota itu musnah. Sekali lagi beliau menghantar utusan meminta Costantine supaya menyerahkan Costantinople secara aman. Apabila utusan berkenaan sampai kepadanya, Costantine telah berbincang dengan para menterinya. Ada yang mencadangkan supaya mereka menyerah kalah dan ada pula yang mahukan pertahanan diteruskan hingga ke penamat. Costantine akhirnya bersetuju dengan pandangan kedua lantas menghantar maklum balas dengan katanya,"... syukur kepada Tuhan kerana Sultan mahukan keamanan dan bersedia menerima pembayaran jizyah. Akan tetapi Costantine bersumpah untuk terus bertahan hingga ke akhir hayatnya demi takhta... atau mati sahaja dan dikuburkan di kota ini!". Apabila jawapan Costantine ini diterima, Al-Fatih menjawab, "Baiklah... tidak lama lagi akan terhasil bagiku di Costantinople itu sama ada takhta atau keranda...!".
Perbincangan dilakukan oleh Al-Fatih tentang strategi seterusnya. Pelbagai kemungkinan dipertimbangkan dan akhirnya keputusan dibuat untuk meneruskan rancangan menawan Costantinople sebagaimana yang telah disusun.
Hari Kemenangan.
Pada 27 Mei 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama tenteranya telah berusaha keras membersihkan diri di hadapan Allah SWT. Mereka membanyakkan solat, doa dan zikir dengan harapan Allah SWT akan memudahkan kemenangan. Para ulamak pula memeriksa barisan tentera sambil memberi semangat kepada para mujahidin. Mereka diperingatkan tentang kelebihan jihad dan syahid serta kemuliaan para syuhada' terdahulu khususnya Abu Ayyub Al-Ansari RA. "...sesungguhnya apabila Rasulullah SAW tiba di Madinah ketika kemenangan hijrah, baginda SAW telah pergi ke rumah Abu Ayyub Al-Ansari. Sesungguhnya Abu Ayyub telah pun datang (ke Costantinople) dan berada di sini!" Kata-kata ini telah membakar semangat tentera Al-Fatih hingga ke kemuncaknya.
Dalam masa yang sama, penduduk Costantine melakukan upacara peribadatan secara bersungguh-sungguh dengan harapan Tuhan akan membantu mereka...
Tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jamadil Awal 857H / 29 Mei 1453M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Penduduk Costantinople telah berada di kemuncak ketakutan mereka pagi itu. Mujahidin yang sememangnya menginginkan syahid, begitu berani menyerbu tentera salib di kota itu.
Tentera ‘Uthmaniyyah akhirnya berjaya menembusi kota Costantinople melalui Pintu Edirne dan mereka telah mengibarkan bendera Daulah ‘Uthmaniyyah di puncak kota. Costantine yang melihat kejadian itu berasa putus asa untuk bertahan lantas menanggalkan pakaian maharajanya supaya tidak dikenali musuh. Akhirnya beliau menemui ajal dalam keadaan yang amat mengaibkan.
Berita kematian Costantine telah menaikkan lagi semangat tentera Islam untuk menyerang. Begitu juga sebaliknya, bagaikan pokok tercabut akar, tentera salib menjadi kucar kacir apabila berita kematian maharajanya tersebar. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentera Al-Fatih, akhirnya berjaya sampai ke cita-cita mereka. Kejayaan menguasai Costantinople telah disambut dengan penuh rasa syukur oleh Al-Fatih serta... seisi langit dan bumi. Beliau bertitah, ".. Alhamdulillah, semoga Allah merahmati para syuhada', memberikan kemuliaan kepada mujahidin, serta kebanggaan dan syukur buat rakyatku"
Sebaik-baik Ketua Dan Tentera.
Pada hari itu, majoriti penduduk Costantinople bersembunyi di gereja-gereja sekitar kota. Sultan Muhammad Al-Fatih berpesan kepada tenteranya supaya bermuamalah dengan baik kepada penduduk Costantinople sambil mengucapkan tahniah kepada tenteranya yang berjaya merealisasikan sabda Rasulullah SAW:
Sesungguhnya Costantinople itu pasti akan dibuka. Sebaik-baik ketua adalah ketuanya, dan sebaik-baik tentera adalah tenteranya.
Dengan penuh rasa syukur dan tawadhu, Sultan Muhammad Al-Fatih telah sujud ke bumi mengucapkan sebesar-besar syukur ke hadrat Allah atas kemenangan bersejarah itu.
Beliau kemudiannya menuju ke Gereja Aya Sofya yang ketika itu menjadi tempat perlindungan sejumlah besar penduduk kota berkenaan. Ketakutan jelas terbayang di wajah masing-masing bilamana beliau menghampiri pintu. Salah seorang paderi telah membuka pintu gereja, dan Al-Fatih meminta beliau supaya menenangkan sekalian mereka yang ada. Dengan toleransi Al-Fatih, ramai yang keluar dari tempat persembunyian masing-masing bahkan ada di kalangan paderi yang terus menyatakan keislaman mereka.
Selepas itu, Sultan Muhammad Al-Fatih telah mengarahkan supaya gereja berkenaan ditukar menjadi masjid supaya Jumaat pertama nanti akan dikerjakan solat di masjid ini. Para pekerja bertugas bertungkus lumus menanggalkan salib, patung dan gambar-gambar untuk tujuan berkenaan. Pada hari Jumaat itu, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama para muslimin telah mendirikan solat Jumaat di Masjid Aya Sofya. Khutbah yang pertama di Aya Sofya itu telah disampaikan oleh Asy-Syeikh Ak Semsettin. Pada hari itu juga Sultan Muhammad Al-Fatih telah bersumpah bahawa barangsiapa yang menukar Masjid Aya Sofya kembali kepada gereja, maka akan berolehlah kutukan dan laknat darinya dan Tuhan Masjid Aya Sofya itu.
Nama Costantinople kemudiannya ditukar kepada "Islam Bol", yang bermaksud "Bandar Islam" dan kemudiannya dijadikan sebagai ibu negara ketiga Khilafah ‘Uthmaniyyah selepas Bursa dan Edirne . Kekallah bumi yang mulia itu sebagai pusat pemerintahan, ketamadunan, keilmuan dan keagungan Islam berkurun lamanya.. sehinggalah Khilafah ‘Uthmaniyyah ditamatkan sejarahnya oleh Mustafa Kemal Ataturk secara rasminya pada tahun 1924M.
Aya Sofya kembali dikristiankan oleh Ataturk atas nama muzium. Gambar- gambar syirik kembali bertempelan di kubah masjid yang berdukacita itu. Manifesto Parti Refah pada pilihanraya yang lalu untuk mengembalikan Masjid Aya Sofya ke kegemilangan sejarahnya, berkubur buat sementara dengan pengharaman parti itu beberapa tahun yang lalu. Sesungguhnya seluruh umat Islam merindukan suara azan membesarkan Allah kembali berkumandang di menara Aya Sofya. Semoga Istanbul kembali ke pangkuan Islam dan muslimin. Amien ya Rabbal 'Alamin.
ISLAM TIDAK AKAN BANGKIT SELAGI UMAT TIDAK MENGUBAH PEMIKIRAN MEREKA
Subscribe to:
Posts (Atom)
